|

Sejarah Singkat
Universitas
Hasanuddin sebagai induk organisasi Program Pascasarjana diresmikan
berdirinya pada tanggal 10 September 1956 oleh Wakil Presiden
I Drs. Moh. Hatta. Tetapi cikal bakal lahirnya program Pascasarjana
baru dimulai 34 tahun kemudian (1980), ketika Rektor Universitas
Hasanuddin Prof.Dr. A. Amiruddin membentuk Panitia Persiapan
Pendidikan Pascasarjana yang diketuai oleh Prof.Dr.Ir. Fachrudin.
Tugas panitia ialah mempersiapkan pembukaan Pendidikan Pascasarjana
Tingkat Magister (S2), guna memenuhi kebutuhan tenaga pengajar
dalam memperbaiki proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi,
serta untuk memenuhi kebutuhan pembangunan regional dan nasional
di Indonesia.
Kerja
keras yang dilakukan oleh Panitia akhirnya membuahkan hasil
dengan keluarnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 325/D/T/1982,
yang memberi kepercayaan Universitas Hasanuddin membuka Pendidikan
Pascasarjana dengan bekerja sama Institut Pertanian Bogor
melalui program Kegiatan Pengumpulan Kredit (KPK). Ketika
itu baru ada empat program studi yang ditawarkan, yakni Program
Studi Sistem-sistem Pertanian, Perencanaan dan Pengembangan
Wilayah, Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Ekonomi Sumberdaya,
sementara pimpinan Pascasarjana dijabat oleh Prof.Dr.Ir. Fachrudin
dan Dr. Sjamsuddin Rasjid, M.Sc. sebagai sekretaris.
Empat
tahun kemudian, Program Pendidikan Pascasarjana Universitas
Hasanuddin diakui menjadi Fakultas Pascasarjana berdasarkan
Surat Keputusan Presiden No. 52 tahun 1986 tertanggal 11 Oktober
1986, dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia, Prof. Dr. Fuad Hassan pada tanggal 9 Desember
1986. Bersamaan dengan peresmian Fakultas Pascasarjana, ditandatangani
pula kesepakatan kerjasama antara Universitas Hasanuddin dan
Institut Pertanian Bogor tentang rencana KPK untuk Program
Doktor (S3) dalam bidang studi yang berkaitan dengan Ilmu-ilmu
Pertanian. Pada waktu itu Dekan Pascasarjana beralih dari
Prof. Dr. Ir. Fachrudin yang diangkat menjadi Rektor Universitas
Hasanuddin kepada Prof.dr. Hardjoeno dan dibantu oleh Dr.
A. Karim Saleh sebagai Pembantu Dekan I bidang Akademik, Dr.
Ir. Anna K. Pairunan sebagai Pembantu Dekan II bidang Administrasi
dan Keuangan serta Dr. Syahruddin Kadir sebagai Pembantu Dekan
III bidang Kemahasiswaan. Dalam priode ini Fakultas Pascasarjana
sudah mulai menammatkan 5 orang Magister sebagai alumni pertama.
Hanya
berselang empat tahun sesudah Fakultas Pascasarjana diresmikan,
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah
No. 30 Tahun 1990 dikeluarkan oleh Pemerintah, disusul Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. No.0311/0/1991
tanggal 6 Juni 1991 tentang Penggantian kembali nama Fakultas
Pascasarjana menjadi Program Pascasarjana di lingkungan universitas
dan institut negeri di seluruh Indonesia, termasuk Program
Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Dalam priode ini pimpinan
Pascasarjana dijabat kembali oleh Prof.dr.Hardjoeno dengan
pergantian Asisten I bidang akademik dari Prof.Dr. A.Karim
Saleh yang diangkat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi kepada
Dr.Ir. Mas’ud Junus, M.Sc., sementara dua pejabat lainnya
yakni Dr.Ir. Anna K. Pairunan dan Dr. Syahruddin Kadir, M.Sc.
tetap pada posisi semula.
Selanjutnya
memasuki tahun 1992, setelah Prof.dr. Hardjoeno mengakhiri
jabatannya, pimpinan Pascasarjana selanjutnya dijabat oleh
Prof.Dr. Sumali Wiryowidagdo dan dibantu oleh dr.A. Husni
Tanra, Ph.D sebagai Asisten I dan Dr. Syahruddin Kadir, M.Sc.
sebagai Asisten II. Empat tahun sesudah itu, Prof.dr. A. Husni
Tanra Ph.D. dipromosikan naik menjadi direktur dan dibantu
oleh Prof.Dr.Ir. Ananto Yudono, M.Eng. sebagai Asisten I bidang
Akademik dan Riset, Dr. Hafied Cangara, M.Sc. sebagai Asisten
II bidang Administrasi dan Keuangan, dan Dr. Syahruddin Kadir,
M.Sc. sebagai Asisten III bidang Kerjasama dan Pengembangan.
Selanjutnya pada tahun 2002 pimpinan Pascasarjana dijabat
oleh Prof.Dr.Ir.M.Natsir Nessa, MS sebagai Direktur, dibantu
oleh Prof.Dr.Sumarwati Kramadibrata Poli, M.Lit. sebagai Asisten
Direktur I Bidang Akademik dan Prof.Dr.Aminuddin Salle, SH,
MH. sebagai Asisten Direktur II Bidang Administrasi, Keuangan
dan Kerjasama. Memasuki pertengahan tahun 2004 jabatan Asisten
Direktur II mengalami pergantian, dimana pejabat baru dipercayakan
kepada Dr.Ir. Thamrin Idris, MS menggantikan Prof.Dr.Aminuddin
Salle, SH, MH yang dipromosikan menjadi Koordinator Perguruan
Tinggi Swasta Wilayah IX. Selanjutnya sejak Juli 2006 pimpinan
Pascasarjana dijabat oleh Prof.Dr.dr. A.Razak Thaha, M.Sc.
sebagai direktur; dibantu oleh Prof.Dr.Sumarwati Kramadibrata
Poli, M.Lit. sebagai Asisten Direktur I Bidang Akademik dan
Prof.Dr.Ir.Basit Wello, M.Sc. sebagai Asisten Direktur II
Bidang Administrasi, Keuangan dan Kerjasama. Pada bulan Mei
2007 dibentuk Asisten Direktur III Bidang Penjaminan Mutu,
Monevin, Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni yang
dijabat oleh Prof.Dr.Ir. Ambo Tuwo, DEA.
Setelah
23 tahun perjalanan sejarah pembentukan Pendidikan Pascasarjana
di Universitas Hasanuddin, jumlah alumni meningkat menjadi
576 Doktor, 11.356 Magister dan 1.174 Dokter Spesialis, juga
jumlah program studi yang ditawarkan juga makin bertambah.
Saat ini ada 35 program studi yang ditawarkan untuk tingkat
Magister (S2) dan 8 program studi untuk program Doktor (S3).
Perkembangan ini bukan saja dikarenakan makin banyaknya dosen
Unhas yang kembali dari pendidikan di dalam maupun luar negeri,
tetapi juga permintaan masyarakat untuk mengikuti pendidikan
lanjutan Pascasarjana juga makin banyak. Mereka datang dari
berbagai daerah, instansi dan profesi, lalu menyatu manjadi
suatu masyarakat akademik dalam kampus Universitas Hasanuddin.
VISI, MISI
dan TUJUAN
VISI
Menjadi lembaga pendidikan pascasarjana yang berbudaya kualitas
dengan lulusan serta hasil penelitian yang selalu relevan
secara nasional dan internasional.
Kualitas dan relevansi dalam hal ini memiliki atribut sebagai
berikut:
Kualitas :
- Lulusan yang kreatif, inovatif, dan arif sehingga dapat
mengembangkan ilmu pengetahuannya sesuai dengan perkembangan
pengetahuan global.
- Hasil-hasil penelitian yang dapat dipublikasikan pada
jurnal-jurnal internasional sehingga dapat berkontribusi
terhadap pengembangan khasanah ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni.
Relevansi :
- Lulusan yang memiliki kompetensi dan kemahiran analisis,
sintesis, dan evaluasi yang diwarnai oleh nilai-nilai budaya
bahari.
- Hasil-hasil penelitian yang konsisten dalam mendukung
peningkatan daya saing bangsa dan memperkuat reaktualisasi
nilai-nilai budaya bahari.
MISI
- Mengembangkan profesionalitas dan intelektualitas sumberdaya
manusia melalui proses pembelajaran yang berbasis mahasiswa
[learning based]
- Mengembangkan PPs sebagai ujung tombak dan inkubator
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam
rangka mewujudkan Unhas sebagai universitas penelitian (research
university).
- Mengembangkan PPs sebagai program unggulan untuk meningkatkan
kredibilitas universitas.
TUJUAN PENDIDIKAN PPs-UNHAS
- Menghasilkan lulusan S2 dan S3 yang memiliki kompetensi
keilmuan dan diakui secara nasional dan internasional.
- Menghasilkan penelitian yang berkualitas dan dapat dijadikan
rujukan pengembangan khasanah ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang bermuara pada peningkatan daya saing bangsa.
|